Monday, 4 March 2013

JAWABAN ABUYA MUDA WALI TERHADAP STATEMENT HASAN BANDUNG



JAWABAN ABUYA MUDA WALI
TERHADAP STATEMENT HASAN BANDUNG.

Sobat-sobat yang budiman, disini kami mencoba menyajikan buat qamu-qamu jawaban
Guru Besar asy-Syaikh Muda Waly al-Khalidy asy-Syafi`i terhadap pendapat yang dilempar oleh
Hasan Bandung dalam gaya bahasa yang agak dikit rilek gitu, so walau qamu2 yang udah pernah membacanya di kitab yang isinya merupakan kumpulan catatan dan juga karangan
Tgk. Basyah Kamal, salah satu murid Abuya yang berasal Lhong Kuta raja, Aceh Besar,
namun disini qamu2 akan menemukan gaya penyampaian yang baru dengan tidak
mengurangi tujuan aslinya InsyaAllah. Amiiin……… dong. Nah kitab tersebut namanya
الفتــــــــــــاوى لشيخنا العلامة الشيخ محمــد والى الشــافعى دار الســــلام لابوهن حج أتجه سلاتن     
Sebelumnya aqu mou jelasin dulu, mana teks aslinya dan mana yang menjadi tambahan2 yang
gak gitu penting untuk isinya namun sangat penting untuk qamu baca biar gak kecapekan sewaktu berdiri di depan Mudi Post ni, okay. Wahaisu qamu jumpa tanda ( ) tu merupakan penjelasan
yang dirasa perlu, oleh penulis tentunya, walau menurutmu tu memang sangat perlu. Wahaisu qamu jumpa tanda [ ] maka ni merupakan penambahan yang berfungsi sebagai mazhu (kelakar) aja,
pi tu penting lho !. nah… yang laen dari tu baru isi aslinya (dalam bahasa Melayu) [gak da
penambahan or pengurangan] dari halaman 47 sampe abiz pembahasan ini.
Do`ain ni siap semuanya kita sajikan dan menjadi amalan kita (aqu, qamu2 yang membaca,
qamu2 yang gak suka membaca dan insan2 disamping qamu) di Akhirat nanti kelak
o... ya ampir lupa yang nulis ni, kawan dekat qamu, Cek Gok, percaya deh, dia tu memang gi belajar nulis pi tulisannya dah bagus, kalo gak percaya baca aja yang dibawah ini, InsyaAllah qamu akan terkesima. [Ca illee pujiannya, jampok kali ya ….]

}De ngan    Kon sn-ter asi    Pe nuh,    Met    Ngin tip    Tuli san    qu~


`  PERTANYAAN DARI MURID-MURID DARUSSALAM `
Soal        :  Apakah hukum mentalqinkan (mengajari jawaban Malaikat Munkar dan Nakir kepada mait dalam kubur) orang yang sudah mati dari atas kubur ?
Jawab    :  Mentalqinkan orang yang sudah mati hukumnya sunat.

[Teman-teman dari pertanyaan inilah Abuya menjelaskan panjang lebar kepada para murid-muridnya dalil yang membantah statement yang dibuat oleh Hasan Bandung. Tau gak, kalo aja Bang Asan da di mejlisnya Abuya, pasti deh ia akan kencing berdiri, he…he… kemudian setelah tu Abuya langsung membantah dalil2 Bang Asan, aqu tak akan pernah melupakam kejadian saat tu, dengan katanya]
Berhubung telah sampai pada saya karangan Hasan Bandung (Hb) yang di namakan karang itu “Mengajar Orang yang sudah Mati”  dan dalam karangan itu semata-mata untuk membid`ahkan talqin mait dengan bermacam-macam alasan yang dikemukakannya, maka oleh karena itu supaya masyarakat umum atau bagi siapa-siapa yang ada karangan itu padanya jangan sampai membawa keraguan fikiran, oleh kerena demikian untuk menerangkan alasan-alasan bertalqin itu sunat, lebih baik dengan cara membantah segala alasan-alasan dari Hb itu, supaya dengan jalan begitu oleh masyarakat atau umum, telah dapat berpedoman diantara yang haq dengan yang bathil. [maksudnya Abuya akan membantah seluruh dalil yang dibuat-buat oleh Cek Hasan, dengan tujuan mentarjihkan dalil sunat talqin , supaya masyarakat jangan sampai tersalah dalam mengambil keputusan Ù. Eh…. Harap maklum aja, ni kan bahasa melayu/jawi, so kata2nya kayak gini smua]
Perlu diketahui bahwa Hb itu, dia beralasan semata-mata kepada Al-Quran dan Hadits bahkan dia mengharamkan bertalqin kepada siapapun. [kayak Mujtahid gitu, padahal ilmunya tak ada seujung kuku saya eh… salah maksudnya Abuya. M. Diah juga kek gitu, mungkin Hb ni selebritis mereka kali ya… ] Menurut keterangan Hb bahwa Hadits yang jadi untuk alasan talqin, yang dirawikan oleh Thabrany, dia tidak menerima karena beberapa keterangan yang lagi akan dikemukakannya. Hadits itu ialah ;  
قال أبو امامة : إذا أنا متّ  إصنعوبى كما أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم ان نصنع بموتانا.  أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وقال : إذا مات أحدكم من اخوانكم فسَوَ يْتُمْ التراب على قبره فليقم أحدكم على رأس قبره ثم ليقل : يا فلان بن فلانة , فإنه يسمعه ولا يجيبه ثم يقول : يا فلان بن فلانة, فإنه يستوى قاعدا. ثم يقول : يا فلان بن فلانة, فإنه يقول : ارشدنا يرحمك الله ولكن لاتشعرون. فليقل : أذكر ما خرجت عليه من الدنيا شهادة  أن لا اله الا الله  وأن محمدا عبده ورسوله. وانك رضيت بالله ربا  وبالاسلام دينا  وبمحمد نبيا  وبالقرآن إماما  فإن منكرا ونكيرا يأخذ كل واحدبيد صاحبه ويقول : انطلق بنا ما يقعدنا عند ما لقن حجته  قال رجل : يارسول الله  فإن لم يعرف أمـــــه ؟ قال : ينسب إلى أمه حواء  يافلان  ابن  حواء.                                                    `
[Eh…. dibaca dulu matannya baru artinya, gak boleh malas membaca, entar gak dapet keberkatan baru tau rasa, walo capek dikit kan gak apa]
Artinya : Abu Imamah telah berkata ; kalau saya mati hendaklah kamu urus saya sebagaimana Rasulullah SAW pernah kami mengurus orang-orang mati diantara kami, Rasulullah SAW pernah kami dengar sabdanya ; kalau mati seorang dari pada saudara kamu maka sesudah kamu timbun kuburnya dengan tanah hendaklah seorang dari pada kamu berdiri dipihak kepala kuburnya, kemudian hendaklah ia berkata ; hai si Anu anak perempuan Anu (maksudnya hendaklah dipanggil namanya dengan pakai nama ibunya seperti hai Umar anak Halimah, umpamanya) sesungguhnya (diwaktu itu) si mati mendengar panggilan itu, tetapi tak bisa ia menjawab. Kemudian hendaklah ia berkata ; hai si Anu anak perempuan Anu, sesungghnya (diwaktu itu) si mati bangkit duduk. Kemudian hendaklah ia berkata ; hai si Anu anak perempuan Anu, sesungghnya (diwaktu itu) si mati berkata ; berilah petunjuk kepada kami, mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada kamu, tetapi kamu tidak sadar, sesudah itu hendaklah ia berkata, ingatlah keadaan mu waktu engkau keluar dari dunia yaitu pengakuanmu bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan pengakuanmu yang bahwasanya Nabi Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya dan pengakuanmu yang engkau telah ridha mengambil Allah sebagai tuhan dan mengambil Islam sebagai agama dan mengambil Muhammad sebagai Nabi dan mengambil Al-Quran sebagai Imam di waktu nanti. Munkar dan Nakir berpegang tangan satu kepada lain sambil berkata ; marilah kita berjalan, apa guna kita duduk dekat orang yang telah diajari jawabnya, pada masa itu seorang laki-laki bertanya ; ya Rasulullah bagai mana jika tidak kita tau nama ibunya (oleh tukang talqin) ? jawab Rasulullah hendaklah ia bangsakan kepada ibunya yaitu si Anu anak Hawa.

[Nah setelah ini adalah debatan Hb terhadap Hadits yang terurai diatas, so jangan lupa baca lagi sambungannya minggu depan. Sekarang hafal dulu Hadits ini biar kita bisa menaklukkan faham2 sesat yang menyesatkan. Samapi jumpa, daaaaaahhh………………]

1 comments:

Andi Wira said...

Resetter Canon iP2770 Download

Lucu, Kocak, Gokil, Mantap

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews